Theraskin AHA 8 Cream Ingredients

Ingredients Theraskin AHA 8 Cream 

Punya masalah dengan kulit kusam dan bekas jerawat yang tak kunjung pudar memang bikin gemas, ya? Kalau kamu lagi cari solusinya, yuk kita bedah tuntas isi kandungan produk eksfoliasi populer lewat ulasan Theraskin AHA 8 Cream Ingredients berikut ini!

Theraskin AHA 8 Cream Review

Penasaran dengan produk yang lagi viral? Sebagai sesama skincare enthusiast, kamu tidak perlu menebak-nebak lagi. Berikut adalah kumpulan cerita dan review Theraskin AHA 8 Cream berdasarkan pengalaman nyata dari komunitas skincare. Yuk, simak ulasan jujurnya di bawah ini!

pamelanora: suka bgt pertama kali nyoba dan ternyata cocok di kulitku, bikin gradakanku hilang dan dark spot memudar bonus cerahan.

heliyannrs: Aku pakai sebelum tidur, sudah mulai kerasa bedanya. Semoga cocok aku mau coba pakai dulu.

hijablight: Produknya bagus bgt, cocok di wajahku.

dolidewi7398: Kirim nya cocok sama saya.. flek mulai menipis.

hasnafizaa:teksturnya halus banget, cocok dipakai malam hari, bagus buat mencerahkan, memudarkan flek hitam/hiperpigmentasi, menghaluskan tekstur kulit, dan merangsang kolagen di kulit.

Theraskin AHA 8 Cream adalah krim malam dengan formula intensif Glycolic Acid (AHA) 8% yang dirancang untuk mempercepat pembaharuan sel kulit. Krim ini membantu memperbaiki kehalusan tekstur wajah sekaligus meratakan warna kulit agar tampak lebih cerah dan sehat.

Harga Theraskin AHA 8 Cream

Theraskin AHA 8 Cream 10 gr hanya Rp 40.000.

Theraskin AHA 8 Cream, Beli di Mana?

Theraskin AHA 8 Cream bisa kamu dapatkan di berbagai marketplace terpercaya, drugstore ternama, atau beli langsung dari sumber terjamin di sini

Ingredients Theraskin AHA 8 Cream

Aqua, Glycolic Acid, Stearic Acid, Helianthus Annuus Seed Oil, Triethanolamine, Cetearyl Alcohol, Dicetyl Phosphate, Dimethicone, Biosaccharide Gum-1, Acrylates/​C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Tetrasodium EDTA, Ceteth-10 Phosphate, Glyceryl Stearate, Ceteareth-20, Ceteareth-12, Cetyl Palmitate, Tocopherol, BHT, Chlorphenesin, Phenoxyethanol, Glycerin, Hexamidine Diisethionate, Sodium Polyacrylate, Paraffinum Liquidum, Trideceth-6, C11-13 Isoparaffin, Polyacrylamide, C13-14 Isoparaffin, Laureth-7, Fragrance

Pembahasan Theraskin AHA 8 Cream Ingredients

  • Aqua adalah pelarut dan bahan yang paling mendasar dalam formulasi kosmetik. Peran utamanya adalah sebagai pelarut alami untuk menyatukan dan mengaktifkan bahan aktif hidrofilik (larut air) seperti Vitamin C, Niacinamide, dan Hyaluronic Acid agar bisa bekerja efektif pada kulit. Selain itu, aqua memberikan hidrasi instan pada lapisan tanduk kulit (stratum corneum) dan bertindak sebagai pembawa (delivery vehicle) yang membantu penyerapan bahan aktif lain ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam, sekaligus memberikan tekstur produk yang ringan, mudah diratakan, dan nyaman digunakan.
  • Glycolic Acid adalah gold standard dalam kategori Alpha Hydroxy Acid (AHA) karena memiliki ukuran molekul paling kecil, sehingga mampu berpenetrasi ke dalam kulit dengan sangat efektif. Fungsi utamanya adalah sebagai eksfolian kimiawi yang bekerja memutus ikatan sel kulit mati di lapisan stratum corneum, mempercepat regenerasi sel, serta merangsang produksi kolagen untuk menyamarkan garis halus dan memperbaiki tekstur kulit yang kasar. Di sisi lain, karena sifatnya yang hidrofilik (larut air), bahan aktif ini juga bertindak sebagai humektan yang mengikat air untuk menjaga kelembapan kulit, memudarkan hiperpigmentasi, dan membersihkan pori-pori tersumbat agar kulit tampak lebih cerah dan merata.
  • Sunflower (Helianthus Annuus) Seed Oil adalah minyak nabati non-komedogenik yang kaya akan asam lemak esensial, terutama linoleic acid, menjadikannya bahan ideal untuk memperkuat dan memperbaiki lapisan pertahanan kulit (skin barrier). Minyak ini bekerja sebagai emolien efektif yang mengisi celah diantara sel-sel kulit untuk menghaluskan tekstur yang kasar, sekaligus mengunci kelembapan tanpa menyumbat pori-pori atau terasa berat, sehingga sangat aman untuk kulit berjerawat sekalipun. Selain itu, kandungan tinggi vitamin E (tokoferol) di dalamnya memberikan perlindungan antioksidan yang kuat untuk menangkal radikal bebas, meredakan inflamasi atau kemerahan, dan mempercepat proses penyembuhan kulit yang iritasi.
  • Triethanolamine adalah senyawa amina tersier yang fungsi utamanya bukan sebagai bahan aktif penutrisi kulit, melainkan sebagai penyeimbang pH dan agen pengemulsi sekunder yang krusial untuk stabilitas produk. Sebagai agen alkalin (basa), Triethanolamine digunakan dalam konsentrasi sangat kecil (biasanya di bawah 1%) untuk menetralkan bahan-bahan yang bersifat asam, seperti carbomer atau stearic acid, guna membentuk struktur gel yang stabil atau emulsi krim yang sempurna agar minyak dan air tidak terpisah. Dengan menstabilkan pH produk ke kisaran ideal kulit (sekitar 4,5–5,5), Triethanolamine memastikan formula kosmetik tetap aman, tidak memicu iritasi akibat terlalu asam atau basa, serta menjaga tekstur dan kekentalan (viscosity) produk tetap konsisten selama masa penyimpanan.
  • Cetearyl Alcohol adalah jenis alkohol lemak (fatty alcohol) rantai panjang yang sangat kontras dengan alkohol pengering seperti Ethanol; bahan ini justru bersifat menghidrasi dan berfungsi ganda sebagai emollient sekaligus co-emulsifier. Campuran padat dari cetyl dan stearyl alcohol ini bekerja dengan cara mengisi celah diantara sel-sel kulit untuk melembutkan tekstur yang kasar dan membentuk lapisan pelindung oklusif ringan yang mencegah hilangnya kadar air (transepidermal water loss). Sementara itu dalam struktur emulsi, molekul amfifiliknya sangat krusial untuk mengentalkan produk, memberikan tekstur krim yang kaya dan mewah, serta menjaga agar fase minyak dan air tetap menyatu dengan stabil selama masa penyimpanan tanpa menyumbat pori-pori.
  • Dicetyl Phosphate adalah senyawa ester organik turunan cetyl alcohol dan phosphoric acid yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pengemulsi anionik serta penstabil emulsi yang sangat kuat. Bahan ini bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan dan membentuk struktur kristal cair di antara fase minyak dan air sehingga produk seperti krim atau lotion memiliki stabilitas yang luar biasa serta tidak mudah terpisah selama masa penyimpanan. Dari sisi manfaat visual dan sensoris, bahan ini membantu meningkatkan daya sebar produk pada permukaan kulit sekaligus memberikan hasil akhir yang halus dan bebas kilap minyak karena kemampuannya dalam mengontrol estetika tekstur formula. Meskipun peran utamanya berfokus pada arsitektur fisik produk, kehadiran Dicetyl Phosphate secara tidak langsung mendukung fungsi hidrasi karena membantu mendistribusikan bahan aktif pelembap secara merata dan konsisten ke atas lapisan kulit luar saat diaplikasikan.
  • Dimethicone adalah polimer berbasis silikon yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen oklusif penahan air serta pelindung kulit atau skin protectant yang sangat efektif. Bahan ini bekerja dengan cara membentuk lapisan tipis yang tidak menyumbat pori di atas permukaan epidermis untuk mengunci kelembapan alami kulit sekaligus mencegah terjadinya penguapan air transepidermal secara signifikan. Bahan ini dipilih karena kemampuannya memberikan efek sensoris yang luar biasa berupa tekstur kulit yang selembut sutra, menyamarkan tampilan garis halus untuk sementara, serta meningkatkan daya sebar produk tanpa meninggalkan rasa lengket. Selain menjaga hidrasi jaringan, Dimethicone juga berfungsi meredakan iritasi ringan akibat gesekan fisik dengan cara meminimalkan kontak langsung antara kulit sensitif dan faktor lingkungan luar yang agresif.
  • Biosaccharide Gum-1 sebagai polisakarida anionik hasil fermentasi tanaman yang berfungsi ganda sebagai agen hidrasi lanjutan (smart humectant) dan penenang kulit. Bahan aktif ini bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung transparan yang "bernapas" (breathable film) di atas permukaan kulit untuk mengunci kelembapan secara instan, sekaligus memberikan hidrasi jangka panjang yang bertahan lebih lama melalui mekanisme pengikatan air yang konstan. Selain keunggulannya dalam meredakan inflamasi, kemerahan, dan menenangkan kulit sensitif yang teriritasi, bahan ini sangat disukai dalam estetika formulasi karena mampu memberikan efek sensoris yang mewah berupa tekstur kulit yang selembut beludru (velvety feel) tanpa sensasi lengket atau berat sedikit pun.
  • Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer adalah polimer sintetik hidrofobik termodifikasi yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pengental, penstabil emulsi, sekaligus pembentuk gel atau gelling agent yang sangat serbaguna. Molekul ini memiliki kemampuan unik untuk mengikat air dalam jumlah besar dan berikatan dengan fase minyak, sehingga sangat diandalkan oleh formulator untuk menstabilkan emulsi minyak dalam air serta menciptakan sediaan dengan viskositas yang konsisten agar produk tidak mudah terpisah selama masa penyimpanan. Dari sisi estetika aplikasi pada kulit, bahan ini memberikan efek sensoris yang luar biasa karena mampu menghasilkan tekstur krim gel yang ringan, memberikan sensasi sejuk yang menyegarkan saat diaplikasikan, serta meningkatkan daya sebar produk tanpa meninggalkan residu lengket atau rasa berat. Meskipun peran utamanya berfokus pada arsitektur fisik formula, kehadiran polimer ini secara tidak langsung membantu menjaga hidrasi kulit dengan cara melepaskan kandungan air yang diikatnya secara perlahan saat produk diratakan di atas permukaan epidermis.
  • Tetrasodium EDTA adalah agen pengkelat atau chelating agent larut air yang fungsi utamanya bertindak sebagai penstabil formula dari kontaminasi ion logam. Bahan ini bekerja seperti magnet yang mengikat ion logam berat bebas seperti kalsium, magnesium, dan besi yang sering kali terbawa secara tidak sengaja melalui air atau bahan baku alami dalam proses produksi. Jika dibiarkan bebas, ion logam tersebut dapat merusak estetika produk dengan memicu perubahan warna, memicu aroma tidak sedap, menurunkan efisiensi sistem pengawet, serta mengganggu kinerja busa atau stabilitas emulsi. Meskipun tidak memberikan nutrisi atau efek hidrasi langsung pada jaringan epidermis, kehadiran Tetrasodium EDTA dalam konsentrasi yang sangat rendah di bawah 0.2% sangat krusial untuk menjaga integritas produk agar tidak mudah teroksidasi, menjamin masa simpan yang panjang, serta memastikan formula yang diaplikasikan ke kulit konsumen tetap aman dan berkualitas konsisten.
  • Ceteth-10 Phosphate adalah senyawa ester fosfat dari cetyl alcohol teretoksilasi yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pengemulsi anionik serta penstabil emulsi yang sangat efisien. Bahan ini bekerja dengan cara menurunkan tegangan antarmuka antara fase minyak dan air untuk membentuk struktur mikroemulsi atau kristal cair yang kokoh sehingga stabilitas fisik produk tetap terjaga dengan baik selama penyimpanan. Dari sisi estetika aplikasi, bahan ini membantu meningkatkan daya sebar formula pada permukaan epidermis sekaligus memberikan hasil akhir yang halus, ringan, dan tidak menyumbat pori karena kemampuannya mengontrol viskositas produk dengan sangat baik. Meskipun peran utamanya berfokus pada arsitektur mekanis formula, kehadiran Ceteth-10 Phosphate secara tidak langsung mendukung efektivitas hidrasi dengan cara memfasilitasi distribusi bahan aktif pelembap secara merata dan konsisten saat diratakan di atas kulit.
  • Glyceryl Stearate adalah senyawa organik turunan glycerin dan stearic acid yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pengemulsi nonionik sekaligus emolien pelunak kulit yang sangat populer. Sebagai pengemulsi, bahan ini bekerja dengan cara menyatukan fase minyak dan fase air agar menyatu dengan baik untuk membentuk struktur krim atau lotion yang stabil dan tidak mudah terpisah selama penyimpanan. Dari sisi manfaat langsung pada kulit, bahan ini bekerja mengisi celah di antara sel stratum korneum untuk memberikan efek sensoris berupa tekstur kulit yang sangat halus, lembut, serta meningkatkan kelenturan jaringan epidermis. Selain membangun estetika tekstur produk yang kaya namun tetap mudah diratakan, Glyceryl Stearate juga berfungsi sebagai penghalang ringan di permukaan kulit untuk memperlambat hilangnya kelembapan alami tanpa memicu rasa lengket yang berlebih.
  • Ceteareth-20 adalah senyawa eter polyethylene glycol dari cetearyl alcohol yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pengemulsi nonionik berspesifikasi tinggi serta penstabil emulsi yang sangat efektif. Bahan ini bekerja dengan cara menurunkan tegangan antarmuka antara minyak dan air untuk menyatukan kedua fase tersebut menjadi struktur krim atau lotion yang kokoh sehingga produk tidak mudah terpisah selama masa penyimpanan. Bahan ini dipilih karena kemampuannya dalam mengontrol viskositas produk serta memberikan daya sebar yang sangat baik saat formula diaplikasikan ke kulit. Meskipun peran utamanya berfokus pada arsitektur fisik sediaan kosmetik, kehadiran Ceteareth-20 secara tidak langsung membantu menjaga kelembapan dengan cara memfasilitasi distribusi komponen emolien dan bahan aktif pelembap secara merata di atas permukaan epidermis.
  • Ceteareth-12 adalah senyawa eter polyethylene glycol dari cetearyl alcohol yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pengemulsi nonionik serta penstabil emulsi minyak dalam air yang sangat efisien. Bahan ini bekerja dengan cara menurunkan tegangan antarmuka sehingga fase minyak dan fase air dapat menyatu dengan sempurna membentuk struktur krim atau lotion yang kokoh dan tidak mudah terpisah selama penyimpanan. Formulator sering memanfaatkan bahan ini karena kemampuannya dalam mengontrol viskositas formula untuk menciptakan tekstur produk yang lebih ringan, cair, serta memiliki daya sebar yang sangat baik saat diaplikasikan. Meskipun peran utamanya berfokus pada arsitektur fisik sediaan kosmetik, kehadiran Ceteareth-12 secara tidak langsung mendukung hidrasi kulit karena membantu mendistribusikan bahan aktif dan komponen emolien secara merata di atas permukaan epidermis.
  • Cetyl Palmitate adalah senyawa ester lilin alami turunan cetyl alcohol dan palmitic acid yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen emolien pelunak kulit sekaligus penambah kekentalan formula yang sangat efektif. Sebagai emolien, bahan ini bekerja dengan cara mengisi celah di antara sel stratum korneum untuk memberikan efek sensoris berupa tekstur kulit yang sangat halus, lembut, serta meningkatkan kelenturan jaringan epidermis secara instan. Bahan ini dipilih karena kemampuannya dalam membentuk lapisan pelindung tipis di atas permukaan kulit guna memperlambat penguapan air alami tanpa memicu rasa lengket yang berlebih atau kesan berminyak yang berat. Selain memberikan manfaat hidrasi langsung pada barrier kulit, Cetyl Palmitate juga berfungsi memperkuat arsitektur fisik produk dengan memberikan struktur yang kaya, meningkatkan stabilitas emulsi, serta memperbaiki daya sebar krim atau lotion saat diaplikasikan.
  • Tocopherol adalah antioksidan larut lemak berperforma tinggi yang memiliki fungsi ganda: melindungi kulit sekaligus menjaga stabilitas formula itu sendiri. Pada kulit, Tocopherol bekerja sebagai penangkap radikal bebas yang sangat efektif, melindungi sel-sel kulit dari kerusakan oksidatif akibat paparan sinar UV dan polusi, sekaligus bertindak sebagai emollient yang memperkuat lapisan pertahanan kulit (skin barrier) dan mempercepat penyembuhan jaringan. Sementara dalam botol produk, sifat antioksidannya yang kuat sangat krusial untuk mencegah terjadinya oksidasi dan ketengikan (rancidity) pada bahan-bahan berbasis minyak atau lemak nabati lainnya. Kehadiran bahan ini memastikan produk skincare tetap stabil, memiliki masa simpan yang panjang, dan mempertahankan efektivitas bahan aktif lainnya dari kerusakan.
  • BHT (Butylated Hydroxytoluene) adalah antioksidan sintetik larut lemak yang fungsi utamanya bukan sebagai bahan aktif penutrisi kulit, melainkan sebagai agen pelindung formula yang bekerja sangat efektif dalam konsentrasi rendah (biasanya di bawah 0,1%). BHT bekerja dengan cara mendonorkan atom hidrogen untuk memutus rantai reaksi radikal bebas, sehingga secara instan mencegah terjadinya autooksidasi dan ketengikan (rancidity) pada bahan-bahan sensitif berbasis minyak, lemak nabati, serta wewangian dalam produk. Meskipun perannya berfokus pada menjaga stabilitas, warna, tekstur, dan masa simpan produk agar tidak rusak selama penyimpanan, secara tidak langsung BHT memastikan formula yang diaplikasikan ke kulit tetap berada dalam kondisi optimal, aman, dan bebas dari produk sampingan hasil oksidasi yang berpotensi memicu iritasi.
  • Chlorphenesin adalah senyawa sintetik turunan alkohol yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pengawet atau antimikroba berspektrum luas yang sangat efektif. Bahan ini bekerja dengan cara menghambat serta membunuh pertumbuhan berbagai jenis mikroorganisme merugikan seperti jamur, kapang, dan bakteri kontaminan yang dapat merusak kualitas sediaan skincare selama masa penyimpanan. Bahan ini dipilih untuk mencegah degradasi formula, menjaga stabilitas fisik produk, serta memastikan formula yang diaplikasikan tetap steril dan aman bagi konsumen. Meskipun tidak memberikan efek hidrasi atau nutrisi langsung pada jaringan epidermis, kehadiran Chlorphenesin dalam konsentrasi yang sangat rendah di bawah 0.3% sangat krusial untuk memperpanjang masa simpan produk sekaligus melindungi kulit dari risiko infeksi akibat produk yang terkontaminasi.
  • Phenoxyethanol adalah bahan kritikal yang berfungsi utama sebagai pengawet spektrum luas (broad-spectrum preservative) untuk melindungi produk skincare dari kontaminasi mikroba. Phenoxyethanol bekerja sangat efektif melawan bakteri gram-negatif dan gram-positif, serta ragi, dengan cara merusak membran sel mikroorganisme tersebut agar tidak dapat berkembang biak di dalam formula berbasis air yang rentan. Dianggap sebagai gold standard pengawet modern yang aman dan stabil, Phenoxyethanol sangat disukai formulator karena memiliki stabilitas termal yang tinggi, tetap efektif pada rentang pH yang luas (3–10), dan bekerja sangat baik dalam konsentrasi rendah (maksimal 1%). Kehadirannya tidak menutrisi kulit secara langsung, melainkan menjamin produk yang diaplikasikan ke kulit konsumen tetap higienis, steril, bebas patogen berbahaya, dan memiliki masa simpan yang panjang.
  • Glycerin adalah senyawa poliol alami yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen humektan penarik air yang sangat kuat dan standar emas dalam industri kosmetik. Bahan ini bekerja dengan cara menyerap kelembapan dari udara sekitar atau menarik air dari lapisan dermis yang lebih dalam menuju ke lapisan stratum korneum guna memastikan hidrasi kulit tetap optimal. Bahan ini dipilih karena kemampuannya dalam memperbaiki struktur barrier kulit, mempercepat proses pemulihan jaringan epidermis, serta memberikan efek sensoris berupa kulit yang terasa kenyal dan lembut. Selain menjaga hidrasi secara intensif, Glycerin juga memiliki daya larut yang sangat baik sehingga membantu mendistribusikan bahan aktif lain secara merata ke dalam formula tanpa memicu iritasi bahkan sangat aman digunakan untuk jenis kulit yang paling sensitif.
  • Hexamidine Diisethionate adalah senyawa organik larut air yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen antimikroba dan antibakteri spektrum luas yang sangat efektif terutama dalam mengatasi jerawat. Bahan ini bekerja dengan cara menargetkan dan menghambat pertumbuhan bakteri Cutibacterium acnes serta mikroorganisme merugikan lainnya pada permukaan kulit yang sering kali menjadi pemicu utama peradangan serta penyumbatan pori. Bahan ini dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dalam meredakan kemerahan, mengontrol produksi sebum berlebih, serta membersihkan kulit tanpa menyebabkan iritasi parah atau merusak pelindung kulit seperti agen antibakteri keras lainnya. Meskipun peran utamanya berfokus pada sterilisasi dan penyembuhan lesi jerawat, kehadiran Hexamidine Diisethionate dalam konsentrasi rendah di bawah 0.1% juga berfungsi sebagai pengawet sekunder yang membantu menjaga stabilitas fisik serta higienitas produk selama masa penyimpanan.
  • Sodium Polyacrylate adalah polimer sintetik berbasis garam natrium yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pengental, pembentuk gel, serta penstabil emulsi yang sangat efisien. Bahan ini memiliki kemampuan superabsorben yang luar biasa untuk mengikat molekul air dalam jumlah besar sehingga formulator sering menggunakannya untuk mengontrol viskositas produk dan menciptakan tekstur kosmetik yang stabil agar tidak mudah terpisah selama penyimpanan. Dari sisi estetika aplikasi pada kulit, bahan ini memberikan efek sensoris yang sangat disukai konsumen karena mampu menghasilkan hasil akhir yang halus seperti beludru, memberikan efek mengencangkan sesaat yang nyaman, serta menyerap kelebihan minyak di permukaan wajah tanpa memicu rasa kering. Meskipun peran utamanya berfokus pada arsitektur fisik sediaan, kehadiran polimer ini secara tidak langsung mendukung sistem hidrasi karena kemampuannya dalam mengunci kandungan air produk secara merata di atas permukaan epidermis saat diaplikasikan.
  • Paraffinum Liquidum adalah minyak mineral murni hasil destilasi berkekuatan tinggi yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen oklusif serta emolien pelindung kulit yang sangat superior. Bahan ini bekerja dengan cara membentuk lapisan hidrofobik yang tidak menembus sel epidermis melainkan menetap di atas permukaan kulit guna mengunci kelembapan alami dan mencegah terjadinya penguapan air transepidermal secara masif. bahan ini dipilih karena sifatnya yang sangat stabil, tidak mudah teroksidasi, serta sepenuhnya inert sehingga sangat aman digunakan untuk memperbaiki kondisi kulit yang sangat kering, kasar, maupun sensitif tanpa memicu reaksi alergi. Selain memberikan manfaat hidrasi protektif yang intensif pada barrier kulit, Paraffinum Liquidum juga berfungsi meningkatkan aspek sensoris produk dengan memberikan daya sebar yang sangat baik, kelembutan yang tahan lama, serta tekstur krim yang kaya dan mewah saat diratakan.
  • Trideceth-6 adalah senyawa polyethylene glycol eter dari tridecyl alkohol yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pengemulsi nonionik serta surfaktan penstabil emulsi yang sangat efisien. Bahan ini bekerja dengan cara menurunkan tegangan antarmuka antara minyak dan air untuk menyatukan komponen yang tidak sejenis menjadi sediaan kosmetik yang homogen dan mencegah pemisahan fase produk selama masa penyimpanan. Bahan ini dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dalam meningkatkan daya sebar formula, memfasilitasi tekstur produk yang ringan, serta memberikan efek sensoris yang lembut saat diaplikasikan ke kulit. Meskipun peran utamanya berfokus pada kestabilan fisik arsitektur produk, kehadiran Trideceth-6 juga membantu mendistribusikan bahan aktif dan emolien secara merata di atas permukaan epidermis agar dapat bekerja secara optimal tanpa meninggalkan rasa lengket yang berlebih.
  • C11-13 Isoparaffin adalah senyawa hidrokarbon bercabang rantai pendek yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pelarut, emolien ringan, serta peningkat sensasi sensoris produk yang sangat efektif. Bahan ini bekerja dengan cara mengisi celah diantara sel-sel kulit yang renggang pada lapisan stratum korneum untuk memberikan efek kelembutan instan sekaligus menciptakan lapisan pelindung transparan yang mencegah penguapan air alami tanpa menyumbat pori. Bahan ini dipilih karena karakteristiknya yang sangat mudah menyebar, memiliki tingkat volatilitas yang ideal, serta teksturnya yang tidak berminyak sehingga mampu menetralkan rasa lengket dari komponen minyak lain yang lebih berat dalam formula. Meskipun peran utamanya berfokus pada manipulasi estetika sediaan dengan memberikan hasil akhir yang halus dan kering seperti bedak, kehadiran bahan ini secara tidak langsung mendukung fungsi barrier epidermis dengan menjaga kelenturan dan hidrasi kulit secara optimal.
  • Polyacrylamide adalah polimer sintetik berspesifikasi tinggi yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pembentuk lapisan pelindung, pengental formula, serta penstabil emulsi yang sangat efisien. Bahan ini bekerja dengan cara mengikat molekul air dan membentuk matriks gel tiga dimensi guna meningkatkan viskositas sediaan kosmetik agar produk tidak mudah terpisah selama masa penyimpanan. Bahan ini dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dalam menciptakan efek sensoris yang sangat halus seperti sutra, memberikan daya sebar yang merata, serta membentuk lapisan tipis transparan di atas permukaan stratum korneum untuk mengunci kelembapan alami kulit. Meskipun peran utamanya berfokus pada arsitektur fisik produk dan estetika aplikasi, kehadiran polimer ini secara tidak langsung membantu menjaga hidrasi jaringan epidermis dengan mencegah terjadinya penguapan air transepidermal tanpa meninggalkan rasa lengket yang berlebih.
  • C13-14 Isoparaffin adalah senyawa hidrokarbon bercabang rantai pendek yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen pelarut, emolien pelembut kulit, serta peningkat sensasi sensoris formula yang sangat efisien. Bahan ini bekerja dengan cara mengisi celah di antara sel stratum korneum yang renggang guna memberikan efek kelembutan instan sekaligus membentuk lapisan pelindung transparan yang mencegah penguapan air alami tanpa memicu komedo. Bahan ini dipilih karena karakteristik daya sebarnya yang luar biasa tinggi, teksturnya yang sangat ringan, serta sifatnya yang tidak berminyak sehingga mampu menetralkan rasa lengket dari komponen minyak lain yang lebih berat dalam sediaan kosmetik. Meskipun peran utamanya berfokus pada manipulasi estetika produk dengan memberikan hasil akhir yang halus dan nyaman, kehadiran bahan ini secara tidak langsung mendukung kekuatan sawar kulit dengan menjaga kelenturan serta hidrasi jaringan epidermis secara optimal.
  • Laureth-7 adalah senyawa polyethylene glycol eter dari lauryl alcohol yang fungsi utamanya bertindak sebagai agen surfaktan nonionik, pengemulsi, serta penstabil emulsi yang sangat efisien. Bahan ini bekerja dengan cara menurunkan tegangan antarmuka antara komponen minyak dan air untuk menyatukan kedua fase tersebut menjadi sediaan kosmetik yang homogen serta mencegah pemisahan produk selama masa penyimpanan. Bahan ini dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dalam memfasilitasi pembentukan tekstur gel krim yang ringan, meningkatkan daya sebar formula, serta memberikan efek sensoris yang lembut saat diaplikasikan ke kulit. Meskipun peran utamanya berfokus pada arsitektur fisik produk dan stabilitas emulsi, kehadiran Laureth-7 juga membantu mendistribusikan bahan aktif serta emolien secara merata di atas permukaan jaringan epidermis agar dapat bekerja secara optimal tanpa meninggalkan rasa lengket yang berlebih.
  • Fragrance atau parfum merupakan campuran kompleks dari berbagai senyawa sintetis maupun alami yang fungsi utamanya adalah untuk meningkatkan nilai sensoris produk dan menutupi bau dasar dari bahan baku kimia lain yang kurang sedap. Kehadiran Fragrance ini sangat krusial dalam menciptakan pengalaman psikologis yang menyenangkan serta menyegarkan bagi konsumen saat mengaplikasikan produk ke kulit. Meskipun secara fisiologis Fragrance tidak memberikan nutrisi atau fungsi perbaikan langsung pada struktur kulit dan bahkan menjadi salah satu bahan yang paling dibatasi dalam formulasi kulit sensitif karena potensi risiko alergen, formulator profesional tetap memanfaatkannya dalam kadar yang sangat rendah serta terukur untuk membangun identitas produk yang mewah sekaligus meningkatkan kepatuhan konsumen dalam rutinitas perawatan wajah mereka.

Manfaat Theraskin AHA 8 Cream

  • Membantu mengangkat sel-sel kulit mati pada permukaan kulit wajah.
  • Membantu mencerahkan kulit yang kusam akibat penumpukan kotoran dan sisa regenerasi kulit.
  • Membantu menyamarkan noda hitam, flek, dan bekas jerawat.
  • Membantu menghaluskan serta memperbaiki tekstur kulit yang kasar.
  • Membantu menyamarkan garis-garis halus dan tanda penuaan dini dengan merangsang pembentukan kolagen.

Cara Pakai Theraskin AHA 8 Cream

Waktu Penggunaan:

Malam hari. karena AHA meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari, penggunaan malam hari adalah pilihan paling aman dan optimal.

Langkah-Langkah Penggunaan:

  1. Gunakan Theraskin AHA 8 Cream sebagai final step dalam rangkaian perawatan malammu, tepatnya setelah pembersih, toner, eye cream, atau serum.
  2. Ambil produk ⅛ sendok teh (tsp), dan letakkan di ujung jari atau telapak tanganmu.
  3. Oleskan secara merata ke seluruh wajah dengan gerakan ke atas dan keluar. Hindari area sekitar mata dan bibir karena kulitnya lebih sensitif.
  4. Gunakan ujung jarimu untuk memijat wajah dengan gerakan memutar yang lembut. Ini merangsang sirkulasi dan memastikan produk meresap sempurna, bukan hanya mengendap di permukaan.
  5. Beri waktu beberapa saat (sekitar 1-2 menit) hingga teksturnya benar-benar menyerap sempurna dan kulit terasa lembap sempurna.
  6. Jika dirasa perlu, kamu dapat melanjutkan dengan face oil sebagai pelembap tambahan di atas krim ini.
  7. Karena kandungan AHA 8% dapat membuat kulitmu lebih sensitif terhadap sinar UV, maka pada pagi hari setelah pemakaian malam, wajib mengakhiri rutinitas perawatannya dengan SUNSCREEN (minimal SPF 30, idealnya PA+++ atau broad spectrum).

Theraskin AHA 8 Cream Untuk Usia Berapa?

Diformulasikan secara intensif untuk usia 18 tahun ke atas, Theraskin AHA 8 Cream merupakan jawaban atas kebutuhan kulit wajahmu. Krim ini bekerja efektif menghaluskan tekstur kulit yang kasar, memudarkan hiperpigmentasi, dan mengembalikan kecerahan warna kulit agar tampak lebih merata dan sehat alami.

Theraskin AHA 8 Cream Untuk Jenis Kulit Apa?

Theraskin AHA 8 Cream aman dan cocok digunakan untuk semua jenis kulit kering. Namun, jika muncul tanda kemerahan atau iritasi, sebaiknya hentikan dulu pemakaiannya. Agar lebih aman, kamu bisa melakukan patch test (uji tempel) di area belakang telinga sebelum mengaplikasikannya ke seluruh wajah untuk memastikan kulitmu merespons produk dengan baik.

Direkomendasikan untuk Jenis Kulit Baumann

DRNT, DRPT, DRNW dan DRPW.

Theraskin AHA 8 Cream Direkomendasikan untuk

  • Kondisi kulit wajah kering yang mengalami kulit kusam, tekstur kulit kasar dan tidak rata serta hiperpigmentasi ringan dan bekas jerawat

Theraskin AHA 8 Cream Tidak Direkomendasikan untuk

  • Kondisi kulit wajah yang rentan berjerawat atau mengalami acne-prone skin.
  • Kondisi kulit wajah yang mengalami rosacea (rosacea-prone skin).
  • Kondisi kulit wajah dengan dermatitis atopik (eczema-prone skin).
  • Kulit wajah dengan sensitivitas tinggi dan cenderung mengalami sensasi perih (stinging sensation).
  • Kulit yang mengalami iritasi (irritated skin).
  • Kulit anak-anak.
  • Kulit yang menunjukkan reaksi alergi terhadap bahan seperti Fragrance, Triethanolamine, Methylparaben, Ethylparaben, Butylparaben, Propylparaben atau Phenoxyethanol.
  • Kulit yang menunjukkan reaksi iritasi terhadap bahan seperti Glycolic Acid atau Propylene Glycol.

Apakah Theraskin AHA 8 Cream Aman untuk Ibu Hamil dan Menyusui?

Theraskin AHA 8 Cream direkomendasikan untuk ibu hamil maupun menyusui. Jika kamu masih ragu sebelum mencobanya, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit atau dokter kandunganmu. Bagaimanapun, kesehatan kulitmu dan buah hati tetap menjadi prioritas utama.

Keamanan dan Legalitas Theraskin AHA 8 Cream

Theraskin AHA 8 Cream telah memenuhi standar keamanan dan legalitas karena terdaftar resmi di BPOM RI (No. NA18250104720). Selain itu, produk ini juga telah mengantongi sertifikat halal dari MUI (No. MUI-LPPOM-17150051371019). Bagi kamu yang mengutamakan keamanan dan kehalalan dalam merawat kulit, produk ini bisa menjadi pilihan tepat yang membuatmu merasa tenang saat menggunakannya.

BPOM Theraskin AHA 8 Cream

Theraskin AHA 8 Cream telah terdaftar resmi di BPOM dengan nomor registrasi NA 18250104720.

Halal MUI Theraskin AHA 8 Cream

Theraskin AHA 8 Cream juga telah mengantongi sertifikat halal resmi dari MUI dengan nomor registrasi MUI-LPPOM-17150051371019.

Nah, itu tadi pembahasan seputar Theraskin AHA 8 Cream ingredients. Jangan khawatir, aku akan selalu memantau perkembangan produk ini untukmu. Kalau ada perubahan formula atau info terbaru lainnya, pasti bakal langsung aku update di sini supaya skincare routine-mu selalu aman dan maksimal.

Keyword search: eduskincare,edukasi skincare,theraskin AHA 8 Cream,AHA 8 Cream theraskin,theraskin aha cream

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url