Alkohol dalam Skincare: Jenis, Manfaat, dan Efeknya pada Kulit

Alkohol Sebagai Bahan Dalam Produk Perawatan Kulitmu

Alkohol digunakan pada kulitmu karena banyak alasan dan ditemukan dalam produk skin care. Ada banyak tipe alkohol yang digunakan dalam produk skin care termasuk denatured alcohol, rubbing alcohol, ethyl alcohol, benzyl alcohol, isopropyl alcohol, atau fatty alcohol.

Ini adalah panduan untuk berbagai tipe alkohol dalam produk skin care-mu.

Efek Alkohol pada Kulit dan Penggunaannya dalam Produk Skin Care

Denatured alcohol adalah bentuk alkohol tradisional yang digunakan dalam produk skin care. Ini adalah alkohol sejati, menurut definisi kimia, dan merupakan apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata alkohol yang dikaitkan dengan produk skin care dan obat-obatan topikal. Alkohol sejati memiliki kemampuan antimikroba yang mencegah mikroba tumbuh dalam produk skin care dan membantu memperpanjang shelf life.

Alkohol sejati, yang juga disebut alkohol simpel, adalah pelarut yang membantu melarutkan bahan-bahan lain dan menstabilkan formula skin care. Semua alkohol simpel memiliki sifat emulsifikasi, antimikroba, dan emollient. Mereka juga mengurangi busa pada produk dengan menetralkan efek surfaktan dan menurunkan viskositas sehingga membuat produk menjadi lebih cair.

Alkohol ditemukan dalam toner, essence, sunscreen, serum, pelembap, krim, dan lotion sebagai peningkat penetrasi untuk membantu bahan-bahan lain masuk ke dalam kulitmu.

Ada banyak tipe alkohol dalam produk skin care.

Mengapa Alkohol Ditambahkan ke Dalam Produk Skin Care? 

Alkohol ditambahkan ke dalam produk skin care karena banyak alasan yang bergantung pada tipe alkohol yang digunakan. Banyak alkohol memiliki manfaat mencegah pertumbuhan bakteri sehingga digunakan sebagai pengawet . Beberapa tipe alkohol dalam skin care digunakan sebagai pelarut, pengemulsi, dan agen pembusa (foaming agent).

Lanjutkan membaca untuk melihat manfaat dan risiko dari berbagai tipe alkohol dalam skin care-mu.

Apakah Alkohol Aman dalam Skincare? 

Alkohol bersifat toksik jika dikonsumsi secara oral, tetapi aman jika digunakan secara topikal pada kulitmu.

Dewan Cosmetic Ingredient Review (CIR) menilai keamanan dan bahaya alkohol dalam kosmetik (1) dan menemukan sebagian besar bentuk alkohol aman karena sebagian besar bentuk tersebut tidak menembus kulit dan masuk ke aliran darah.

Keamanan denatured alcohol bergantung pada keamanan zat yang digunakan untuk mendenaturasi alkohol tersebut. Pada tahun 2008, CIR melaporkan jenis-jenis denatured alcohol berikut aman digunakan: SD alcohol 3-A, SD alcohol 30, SD alcohol 39, SD alcohol 39-B, SD alcohol 39-C, SD alcohol 40, SD alcohol 40-B, dan SD alcohol 40-C.

Panel CIR melaporkan bahwa bahan-bahan berikut tidak selalu berbahaya, tetapi mereka tidak dapat memastikan bahwa denaturant alkohol ini aman: quassin, brucine sulfate/brucine, dan denatonium benzoate. Kami menyarankan untuk menghindari alkohol yang didenaturasi dengan quassin, brucine sulfate/brucine, dan denatonium benzoate, namun bahan-bahan ini jarang ditemukan dalam produk skincare.

EWG memeringkatkan alkohol pada angka 1 dalam skala keamanan EWG.

Satu-satunya efek samping dan masalah keamanan yang perlu kamu khawatirkan adalah efek mengeringkan dari alkohol. Efek mengeringkan ini bergantung pada jumlah konsentrasi alkohol di dalam produk. Sebagai contoh, toner dan essence biasanya memiliki konsentrasi alkohol tertinggi, itulah sebabnya biasanya tidak merekomendasikannya untuk Baumann Dry Skin Types.

Mengenal Berbagai Jenis Alkohol dalam Skincare

1. Rubbing Alcohol 

Rubbing alcohol, yang juga dikenal sebagai isopropyl alcohol, dapat memiliki efek yang bervariasi pada wajah tergantung pada tipe kulit masing-masing.

Bagi kamu yang memiliki kulit berminyak, rubbing alcohol bisa bermanfaat karena membantu mengangkat minyak berlebih dan dapat bertindak sebagai astringent toner yang mengencangkan pori-pori secara sementara.

Namun, bagi individu dengan kulit kering atau yang rentan terhadap rosacea, penggunaan rubbing alcohol pada wajah tidak direkomendasikan. Ini dapat memperparah kekeringan dan sensitivitas, yang mengarah pada iritasi serta kemerahan.

Rubbing Alcohol di Wajah untuk Mengobati Jerawat 

Sayangnya, terdapat kekurangan studi terpublikasi yang teruji secara sejawat (peer-reviewed) yang secara khusus berfokus pada penggunaan rubbing alcohol untuk mengobati jerawat. Oleh karena itu, efektivitasnya untuk perawatan jerawat masih belum pasti.

Bahaya Rubbing Alcohol

Rubbing alcohol adalah pelarut keras yang dapat mengikis minyak alami kulit dan merusak skin barrier. Seiring waktu, hal ini dapat menyebabkan peningkatan kekeringan, sensitivitas, dan skin barrier yang terganggu. Selain itu, menggunakan rubbing alcohol pada kulit yang berjerawat dapat menyebabkan kekeringan berlebih, membuat kulitmu lebih rentan terhadap iritasi dan potensi timbulnya breakout. Untuk menjaga skin barrier tetap sehat, disarankan untuk memilih produk skincare yang lebih lembut dan lebih tepat yang sesuai dengan tipe kulitmu, serta menghindari penggunaan rubbing alcohol secara berlebihan di wajah.

Denatured Alcohol dalam Produk Skin Care

Apa itu Denatured Alcohol? 

Denatured alcohol adalah varietas yang paling umum digunakan untuk formulasi skin care. Kamu akan melihatnya di label produk sebagai denat alcohol, Alcohol Denat, atau ethanol denat. Bahan ini bersifat vegan dan sering ditemukan dalam produk skin care alami serta organik. Bahan ini seharusnya tidak ditemukan dalam produk yang berlabel "alcohol-free".

Apa artinya mendenaturasi alkohol? 

Di masa lalu, berbagai bentuk alkohol seperti isopropanol dan metanol pernah dikonsumsi untuk mendapatkan efek alkohol ketika konsumen tidak memiliki akses ke etanol—jenis alkohol yang ada dalam anggur, bir, dan minuman keras. Terdapat cerita tentang orang-orang yang meminum obat kumur dan facial toner untuk merasa mabuk. Ini sangat berbahaya karena konsumsi bentuk-bentuk alkohol tersebut menyebabkan banyak masalah kesehatan.

Untuk mengatasi masalah ini, alkohol didenaturasi agar tidak layak dikonsumsi. Denatured alcohol memiliki bahan tambahan  untuk membuatnya berasa tidak enak. Denatured alcohol adalah bentuk alkohol yang digunakan dalam produk skin care. Denatured alcohol ketika dioleskan secara topikal dalam produk skin care tidak meningkatkan kadar alkohol dalam darah atau membuat seseorang merasa mabuk.

Apakah Denatured Alcohol Buruk untuk Kulit? 

Denatured alcohol dapat mengganggu mikrobioma pada kulit dengan membunuh bakteri kulit yang sehat. Bahan ini juga sangat mengeringkan dan dapat merusak protective barrier kulitmu.

Manfaat Denatured Alcohol untuk Kulit 

Bahan ini sangat baik dalam mengeliminasi bakteri dan membasmi kuman pada permukaan serta kulit. Denatured alcohol sangat bagus untuk membantu produk bertahan lebih lama di rak penyimpanannya dan di rumahmu, sehingga kamu tidak perlu membeli produk terlalu sering.

Benzyl Alcohol 

Benzyl alcohol adalah bahan yang umum digunakan dalam produk skincare karena sifatnya sebagai pengawet dan pelarut. Sebagai pengawet, bahan ini membantu memperpanjang shelf life dari formulasi skincare dengan mencegah pertumbuhan bakteri dan mikroorganisme lainnya. Bahan ini juga digunakan sebagai pelarut untuk membantu proses dispersi bahan-bahan lain di dalam produk.

Baumann Skin Types yang berminyak atau rentan berjerawat (acne-prone) mungkin bisa mendapatkan manfaat dari produk yang mengandung benzyl alcohol, karena dapat membantu mencegah pertumbuhan bakteri pada kulit yang bisa memperparah jerawat.

Bagi Baumann Skin Types yang kering atau sensitif, benzyl alcohol mungkin tidak ideal karena dapat memberikan efek mengeringkan pada kulit dan berpotensi menyebabkan iritasi atau sensitisasi. Seperti halnya bahan skincare lainnya, sangat penting untuk mempertimbangkan masalah dan sensitivitas kulit masing-masing saat memilih produk skincare.

Keamanan Benzyl Alcohol dalam Produk Skincare 

Benzyl alcohol umumnya dianggap aman jika digunakan dalam batas konsentrasi yang direkomendasikan. Panel Ahli Cosmetic Ingredient Review (CIR) telah mengevaluasi benzyl alcohol dan menyimpulkan bahwa bahan ini aman digunakan dalam produk kosmetik dan perawatan pribadi pada konsentrasi tertentu.

Nama-nama lain untuk benzyl alcohol adalah:

  • Phenylmethanol
  • Benzenemethanol
  • Hydroxytoluene
  • alpha-Hydroxytoluene
  • alpha-Toluenol

Nama-nama ini mungkin muncul di label bahan sebagai pengganti "benzyl alcohol", jadi penting bagi kamu untuk megenalinya agar bisa mengidentifikasi keberadaan benzyl alcohol dalam produk skincare atau formulasi kosmetik lainnya.

Cetyl Alcohol 

Cetyl alcohol adalah fatty alcohol yang umum digunakan dalam produk skincare karena sifatnya yang menghaluskan kulit. Cetyl alcohol diturunkan dari sumber alami seperti minyak kelapa atau kelapa sawit. Bahan ini bertindak sebagai emollient, membantu melembutkan dan menenangkan kulit dengan menciptakan protective barrier untuk mencegah hilangnya kelembapan.

Cetyl alcohol juga berfungsi sebagai pengemulsi, memungkinkan bahan berbahan dasar minyak dan air bercampur secara sempurna dalam formulasi seperti krim dan lotion. Keberadaannya dalam produk skincare berkontribusi pada tekstur yang creamy dan lembut, meningkatkan pengalaman penggunaan secara keseluruhan. Karena sifat melembapkannya, cetyl alcohol sangat bermanfaat bagi individu dengan kulit kering atau sensitif, memberikan hidrasi yang sangat dibutuhkan dan mengurangi iritasi kulit.

Apakah cetyl alcohol buruk untuk kulit? 

Bahan ini umumnya dianggap aman dan tidak menimbulkan iritasi jika digunakan dalam konsentrasi yang tepat pada produk skincare. Berbeda dengan alkohol yang mengeringkan, seperti etanol atau isopropyl alcohol, cetyl alcohol tidak memiliki potensi yang sama untuk menyebabkan kulit kering atau iritasi. Sebaliknya, bahan ini berfungsi sebagai bahan yang bermanfaat untuk meningkatkan hidrasi dan tekstur kulitmu.

Ethyl Alcohol 

Ethyl alcohol, yang juga dikenal sebagai etanol, umumnya digunakan dalam produk skincare karena sifat antiseptik dan pengawetnya. Sebagai disinfektan, bahan ini membantu mengeliminasi bakteri dan mikroorganisme lain yang mungkin ada dalam formulasi skincare, berkontribusi pada keamanan produk secara keseluruhan dan shelf life. Selain itu, ethyl alcohol dapat bertindak sebagai pelarut, membantu penyerapan bahan-bahan bermanfaat lainnya ke dalam kulit. Dalam formulasi tertentu, bahan ini juga memberikan tekstur yang ringan dan cepat kering, membuatnya cocok untuk produk seperti toner dan astringent. Namun, perlu dicatat bahwa ethyl alcohol dapat memberikan efek mengeringkan pada kulit, yang mungkin tidak cocok untuk individu dengan tipe kulit kering atau sensitif. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertimbangkan konsentrasi ethyl alcohol dalam produk skincare dan memilih produk yang sesuai dengan Baumann Skin Type serta masalah kulitmu.

Isopropyl Alcohol 

Isopropyl alcohol, yang juga dikenal sebagai rubbing alcohol, adalah bahan umum yang digunakan dalam produk skincare karena sifat antiseptik dan disinfektannya. Sebagai alkohol, isopropyl alcohol memiliki kemampuan untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme lainnya, menjadikannya efektif dalam membersihkan permukaan kulit.

Bahan ini umumnya ditemukan dalam produk seperti toner dan astringent, tempat ia membantu mengangkat minyak berlebih dan kotoran, terutama bagi individu dengan kulit berminyak atau rentan berjerawat.

Isopropyl alcohol dapat membantu penyerapan bahan-bahan bermanfaat lainnya ke dalam kulit, meningkatkan efektivitas formulasi skincare secara keseluruhan.

Apakah isopropyl alcohol aman digunakan pada kulit? 

Isopropyl alcohol dapat bersifat keras dan mengeringkan kulit, yang mungkin tidak cocok untuk mereka yang memiliki tipe kulit kering atau sensitif. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui Baumann Skin Type-mu sebelum berbelanja produk skincare untuk rutinitas skincare-mu.

Kamu sebaiknya menggunakan produk yang mengandung isopropyl alcohol secara secukupnya untuk menghindari potensi iritasi, dan bahan ini tidak direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari atau bagi individu dengan kulit kering atau sensitif. Penggunaan isopropyl alcohol secara teratur dapat mengikis minyak alami kulit, menyebabkan peningkatan kekeringan dan potensi iritasi. Bahan ini juga dapat merusak skin barrier, membuatnya lebih rentan terhadap agresi lingkungan dan kehilangan kelembapan.

Fatty Alcohol 

Fatty alcohol dibuat dari asam lemak (fatty acid). Bahan ini bukanlah alkohol sejati. Bahan ini berasal dari asam lemak yang diturunkan dari hewan atau tumbuhan seperti minyak kelapa sawit dan kelapa.

Contoh fatty alcohol dalam skin care adalah:

  • cetyl alcohol
  • stearyl alcohol
  • cetearyl alcohol

Tipe-tipe alkohol ini dapat ditemukan dalam produk skin care yang berlabel "alcohol-free".

Apakah Fatty Alcohol Aman untuk Kulit? 

Fatty alcohol tidak perlu dihindari dengan cara yang sama seperti alkohol simpel..

Apakah Aromatic Alcohol Aman untuk Kulit? 

Aromatic alcohol memiliki wewangian dan sering ditemukan dalam essential oils. Essential oils terkadang dapat membuat kulit kering dan menyebabkan inflamasi, jadi berhati-hatilah saat menambahkan essential oil ke dalam rejimen skin care-mu. Wewangian adalah penyebab yang sangat umum dari alergi kulit.

Jika kamu memiliki alergi umum apa pun, konsultasikan dengan ahli alergi sebelum menambahkan aromatic alcohol ke dalam rejimen skin care-mu.

Bisakah Aku Alergi Terhadap Alkohol dalam Kosmetik? 

Alergi terhadap alkohol adalah hal yang umum terjadi.

Berikut adalah alkohol yang paling umum menyebabkan alergi kulit:

  • Benzyl alcohol
  • Cetyl Alcohol
  • Lanolin Alcohol

Pelajari lebih lanjut tentang bahan-bahan yang merupakan alergen dalam produk skin care di sini.

Apakah alkohol buruk untuk kulit? 

Mengapa skincare harus bebas alkohol (alcohol-free)? "Alcohol-free" biasanya berlaku untuk denatured alcohol, bukan untuk fatty alcohol.

Denatured alcohol hanya buruk untuk tipe kulit kering karena dapat merusak skin barrier.

Tipe kulit berminyak cocok dengan alkohol dalam toner dan produk lainnya. Masalahnya adalah banyak orang yang salah menilai apakah tipe kulit mereka berminyak atau kering.

Jika kamu tidak yakin tentang tipe kulitmu (Lebih dari 80% orang menebak dengan tidak tepat!!), kamu bisa mengikuti kuis tipe kulit ilmiah di sini yang digunakan oleh dokter kulit untuk mendiagnosis kulit kering.

Skincare Alcohol-Free yang Mengandung Alkohol 

Mengapa aku diberi tahu bahwa aku harus menghindari alkohol dalam skin care, tetapi dokter kulitku merekomendasikan produk yang mengandung alkohol di dalamnya? Klik di sini untuk mengetahui alasannya.

Ada perbedaan antara alkohol dan fatty alcohol. Ini memang membingungkan - aku tahu. Fatty alcohol bukanlah alkohol sejati. Bahan tersebut tidak memiliki struktur kimia yang sama, juga tidak mengeringkan kulit atau memiliki efek samping yang sama seperti alkohol sejati. Kamu dapat mempelajari lebih lanjut tentang fatty alcohol di sini.

Mitos Tentang Alkohol dalam Skin Care

  • Mitos: Menggunakan alkohol pada kulit tidak meningkatkan produksi sebum. Sains mengatakan: Ini belum pernah terbukti dan kemungkinan besar tidak benar.
  • Mitos: Semua alkohol dalam skin care itu buruk. Sains mengatakan: Jumlah kecil alkohol dalam skin care memiliki banyak manfaat tanpa efek samping mengeringkan kulit. Jenis dan jumlah alkohol-lah yang penting untuk dipertimbangkan saat memilih produk skin care terbaik.
  • Mitos: Alkohol adalah cara terbaik untuk membersihkan kulit. Sains mengatakan: Alkohol mendisinfeksi kulit dan membunuh mikroba, tetapi ini bukan cara terbaik untuk membersihkan sunscreen, kotoran, makeup, dan keringat dari kulit. Alkohol bukanlah cara paling efektif untuk membersihkan kulit karena tidak menembus sebum untuk masuk ke dalam pori-pori dan membersihkannya.

Memilih pembersih untuk Baumann Skin Type-mu adalah opsi yang lebih baik untuk membersihkan kulit wajah.

Tipe Alkohol Simpel dalam Skin Care

  • Benzyl alcohol- Digunakan sebagai pengawet dan wewangian. Membantu menstabilkan formula dan membuatnya lebih cair (viskositas lebih rendah).
  • Ethanol- Peningkat penetrasi. Kimia yang sama dengan yang ditemukan dalam minuman beralkohol. Digunakan untuk mengekstrak bahan dari tumbuhan. Sebagai contoh, begitulah cara essential oils dibuat. Menguap dari kulit dalam waktu sekitar 10 detik.
  • Methanol- Dosis tinggi yang dioleskan secara topikal dan tertelan secara oral dapat menyebabkan toksisitas.
  • Alcohol denatured- pelajari lebih lanjut tentang denatured alcohol di sini.
  • Ethyl alcohol- sama dengan etanol.
  • Phenethyl alcohol- Aromatic alcohol. Memiliki peringkat EWG 1.
  • Isopropyl alcohol- Ini adalah rubbing alcohol. Ini dianggap sebagai alkohol sekunder. Ini dapat menyebabkan alergi kulit contact dermatitis, terutama pada orang dengan eksim.
  • SD Alcohol- sama dengan denatured alcohol.

Nama-nama lain untuk alkohol dalam produk skin care 

Tidak semua bentuk alkohol memiliki kata alkohol dalam namanyanya. Namun, mereka biasanya diakhiri dengan huruf "-ol".
Contoh nama lain dari alkohol yang ditemukan dalam skin care adalah:

  • Propylene glycol- Ini adalah alkohol dan juga termasuk dalam kategori bahan skin care yang disebut glikol (glycol).
  • Butylene glycol
  • Caprylyl Glycol

Bahan-bahan dalam Skin Care yang Diturunkan dari Alkohol 

Ada bahan-bahan yang diturunkan dari alkohol yang tidak lagi dianggap sebagai alkohol.

Turunan ini menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari bertindak sebagai pengawet dan emollient hingga meningkatkan tekstur dan stabilitas produk. Beberapa bahan turunan alkohol yang terkenal meliputi Ethylhexylglycerin, Phenoxyethanol, Cetyl Palmitate, Steareth-20, Ceteareth-20, Glyceryl Stearate, Isostearyl Isostearate, dan Isocetyl Alcohol.

Daftar bahan turunan alkohol ini beserta manfaatnya dalam produk skincare:

  • Ethylhexylglycerin: Agen pengkondisi dan pengawet, meningkatkan tekstur kulit dan retensi kelembapan.
  • Phenoxyethanol: Sebuah glycol ether yang digunakan sebagai pengawet spektrum luas, memastikan shelf life produk.
  • Cetyl Palmitate: Emollient turunan fatty alcohol yang melembutkan dan menutrisi kulit.
  • Steareth-20: Pengemulsi dan penambah tekstur yang membantu menstabilkan formulasi.
  • Ceteareth-20: Mirip dengan Steareth-20, ini adalah pengemulsi dan penambah tekstur untuk konsistensi produk yang lebih baik.
  • Glyceryl Stearate: Pengemulsi dan penstabil, menjaga bahan berbahan dasar minyak dan air tetap tercampur.
  • Isostearyl Isostearate: Emollient yang memberikan rasa halus dan tidak lengket pada produk skincare.
  • Isocetyl Alcohol: Emollient yang membantu mengunci kelembapan dan mencegah hilangnya air dari kulit.

Bahan-bahan turunan alkohol ini diformulasikan untuk memberikan manfaat spesifik pada kulit tanpa menyebabkan efek mengeringkan yang sering dikaitkan dengan alkohol tradisional.

Apakah baik membersihkan wajahmu dengan alkohol setiap hari? 

Kesesuaian membersihkan wajahmu dengan alkohol setiap hari tergantung pada Baumann Skin Type-mu.

Bagi individu dengan kulit berminyak atau rentan berjerawat, menggunakan pembersih berbahan dasar alkohol sesekali bisa bermanfaat. Alkohol dapat membantu mengangkat minyak berlebih dan kotoran, memberikan pembersihan yang menyeluruh. Namun, menggunakan produk berbahan dasar alkohol setiap hari dapat menyebabkan kekeringan berlebih dan potensi iritasi, itulah sebabnya disarankan untuk menggunakannya secara secukupnya.

Di sisi lain, individu dengan kulit kering atau sensitif harus menghindari penggunaan pembersih berbahan dasar alkohol setiap hari karena dapat merusak protective barrier alami kulit dan memperparah kekeringan serta sensitivitas.

Untuk tipe kulit ini, pembersih yang lembut dan tidak berbahan dasar alkohol lebih disukai untuk menjaga kesehatan dan hidrasi kulit. Pada akhirnya, memahami Baumann Skin Type-mu dan kebutuhan spesifiknya dapat membimbingmu dalam memilih rutinitas pembersihan yang tepat untuk kulitmu.

Memahami jenis alkohol dalam produk skincare adalah kunci utama agar kamu tidak salah memilih perawatan yang justru bisa merusak skin barrier. Tidak semua alkohol berdampak buruk, jadi selalu pastikan untuk mengecek daftar komposisi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan Baumann Skin Type-mu. Jika kamu masih ragu memilih produk yang tepat, tulis pertanyaanmu di kolom komentar di bawah atau bagikan artikel ini kepada teman-temanmu yang ingin tahu lebih banyak seputar kandungan skincare!

Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url