Manfaat Cerave Foaming Facial Cleanser

Cerave Foaming Facial Cleanser manfaat
Manfaat Cerave Foaming Facial Cleanser

Manfaat cerave foaming facial cleanser apa sih sehingga banyak dermatologist luar negeri sana menyarankan pakai cerave foaming facial cleanser untuk membersihkan muka setiap hari.

Review Cerave Foaming Facial Cleanser

Dan dari review cerave foaming facial cleanser banyak pendapat yang merasakan manfaat cerave foaming facial cleanser yaitu wajahnya lembut, bersih, ga bikin kulit jadi kering dan ada juga yang pendapat kulitnya menjadi jerawatan dan mengalami kemarahan.

Cerave foaming facial cleanser adalah sabun muka yang berbentuk gel-foaming (berbusa) yang direkomendasikan untuk kulit normal sampai kulit berminyak yang membersihkan minyak berlebihan, kotoran dan make up. Brand cerave berasal dari negara amerika serikat.

Harga Cerave Foaming Facial Cleanser

Harga cerave foaming facial cleanser tergantung ukuran kemasan produk dan dibeli toko online mana karena produk cerave ini belum masuk resmi di indonesia

  • Harga cerave foaming facial cleanser 87 ml 129.000-140.000
  • Harga cerave foaming facial cleanser 237 ml 329.00-350.000
  • Harga cerave foaming facial cleanser 355 ml 385.000-400.000
  • Harga cerave foaming facial cleanser 473 ml 425.000-450.000
  • Harga cerave foaming facial cleanser 562 ml 609.000- 620.000

Cerave Foaming Facial Cleanser Ingredients

Saya akan bahas cerave foaming facial cleanser ingredients menurut dari skincarisma, cosdna dan website resmi cerave

Cerave Foaming Facial Cleanser Skincarisma

ingredients Cerave Foaming Facial Cleanser Skincarisma
Cerave Foaming Facial Cleanser Skincarisma

Cerave Foaming Facial Cleanser Cosdna

ingredients Cerave Foaming Facial Cleanser Cosdna
Cerave Foaming Facial Cleanser Cosdna

Cerave Foaming Facial Cleanser Website Resmi

Cerave Foaming Facial Cleanser Website Resmi
Cerave Foaming Facial Cleanser Website Resmi

Aqua/​Water/​Eau, Cocamidopropyl Hydroxysultaine, Glycerin, Sodium Lauroyl Sarcosinate, PEG-150 Pentaerythrityl Tetrastearate, Niacinamide, PEG-6 Caprylic/​Capric Glycerides, Sodium Methyl Cocoyl Taurate, Propylene Glycol, Ceramide NP, Ceramide AP, Ceramide EOP, Carbomer, Methylparaben, Sodium Chloride, Sodium Lauroyl Lactylate, Cholesterol, Disodium EDTA, Propylparaben, Citric Acid, Tetrasodium EDTA, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Phytosphingosine, Xanthan Gum

Pembahasan Cerave Foaming Facial Cleanser Ingredients

  • Aqua/​Water/​Eau sebagai pelarut
  • Cocamidopropyl Hydroxysultaine adalah sebuah thickening dan foam-boasting co-surfactant dengan struktur amfoter yang berarti bahwa kepalanya berisi baik positif dan bagian bermuatan negatif (surfaktan yang paling sering anionik yang berarti kepala mereka memiliki muatan negatif). Ini sangat ringan dan lembut, berasal dari minyak kelapa dan mudah terurai secara hayati.
  • Glycerin, juga disebut gliserol atau gliserin, adalah humektan yang ada di semua lipid alami (lemak), baik hewani maupun nabati. Ini dapat diturunkan dari zat alami dengan hidrolisis lemak dan dengan fermentasi gula; itu juga dapat diproduksi secara sintetis, yang biasanya terjadi pada produk perawatan kulit modern, karena hal itu menghasilkan gliserin yang sangat murni. Glycerin juga merupakan bahan yang mengisi ulang dan memulihkan kulit, artinya itu adalah zat yang ditemukan secara alami di kulit, membantu membangun keseimbangan dan hidrasi normal.
  • Sodium Lauroyl Sarcosinate adalah surfaktan sintetis atau nabati (agen pembersih) yang juga berguna sebagai pengemulsi, yang merupakan jenis bahan yang mencegah pemisahan zat yang berbeda. Hal ini paling sering digunakan dalam pembersih wajah dan tubuh dan sampo tetapi kadang-kadang juga digunakan dalam produk tanpa bilas. Dalam formula pembersih, itu dapat berkontribusi pada efek berbusa.
  • PEG-150 Pentaerythrityl Tetrastearate adalah tetraester stearic acid dan polyethyleneglycol ether pentaerythritol yang berguna sebagai agen penambah viskositas - berair dan pengemulsi.
  • Niacinamide (juga dikenal sebagai vitamin B3 atau nicotinamide) adalah bahan pemulihan kulit unik yang menawarkan banyak manfaat untuk kulit. Ini terkenal karena kemampuannya untuk membantu mengurangi pori-pori yang membesar (exfoliator) dan memperbaiki warna kulit yang tidak rata / kusam (agen depigmentasi). Ini juga memperkuat penghalang kulit yang melemah.
  • PEG-6 Caprylic/​Capric Glycerides adalah campuran turunan polyethylene glycol, yang mengandung mono-, di-, dan triglycerides dari caprylic/capric acid dengan rata-rata enam unit struktural ethylene oxide dalam satu molekul PEG-6 caprylic/capric glycerides yang berguna sebagai surfaktan dan pengemulsi yang sering terdapat di produk micellar water.
  • Sodium Methyl Cocoyl Taurate adalah surfaktan ringan yang berasal dari kelapa; sering digunakan dalam pembersih ketika efek yang diinginkan adalah busa yang lembut.
  • Propylene Glycol (juga dikenal sebagai 1,2-propanediol) adalah cairan tidak berwarna, yang tugas utamanya, biasanya, adalah untuk meningkatkan apa yang disebut stabilitas beku- cair produk. Ini berarti memastikan bahwa suatu produk tidak membeku atau meleleh dalam suhu rendah atau tinggi. Untuk mencapai ini, jumlah kecil - biasanya kurang dari 2% - digunakan.  Fungsi lain dari PG termasuk sebagai humektan (membantu kulit menarik air), menjadi pelarut untuk bahan lain dan menjadi penambah penetrasi. Propylene glycol merupakan bahan pencetus allergic contact dermatitis.
  • Ceramide NP adalah salah satu dari beberapa jenis ceramide, yang terjadi secara alami, rantai panjang lipid (lemak) yang merupakan komponen utama lapisan luar kulit. untuk kapasitas retensi airnya dan menambahkannya ke produk perawatan kulit membantu memberikan manfaat pengisian ulang dan pemulihan.
  • Ceramide AP adalah salah satu dari beberapa jenis ceramide, yang terjadi secara alami, rantai panjang lipid (lemak) yang merupakan komponen utama lapisan luar kulit. untuk kapasitas retensi airnya dan menambahkannya ke produk perawatan kulit membantu memberikan manfaat pengisian ulang dan pemulihan.
  • Ceramide EOP adalah salah satu dari beberapa jenis ceramide, yang terjadi secara alami, rantai panjang lipid (lemak) yang merupakan komponen utama lapisan luar kulit. untuk kapasitas retensi airnya dan menambahkannya ke produk perawatan kulit membantu memberikan manfaat pengisian ulang dan pemulihan.
  • Carbomer adalah kelompok peningkat tekstur sintetis yang digunakan terutama untuk membuat formulasi seperti gel.
  • Methylparaben adalah turunan paraben yang berguna sebagai pengawet
  • Sodium Chloride lebih populer dikenal sebagai garam meja biasa. Digunakan terutama sebagai bahan pengikat dalam produk skincare dan kadang-kadang sebagai bahan abrasif dalam produk scrub dan juga merupakan bahan pemicu munculnya jerawat.
  • Sodium lauroyl lactylate adalah bahan turunan alami yang digunakan sebagai pengemulsi dan zat pengental ringan dalam kosmetik. Dalam konsentrasi yang lebih tinggi, ia berguna sebagai surfaktan.
  • Cholesterol adalah komponen alami penghalang kulit, terhitung 15% dari kandungan asam lemaknya. Penelitian menunjukkan bahwa kekurangan Cholesterol pada kulit dapat menyebabkan kekeringan. Ketika Cholesterol dioleskan ke kulit, itu memainkan peran pengisian untuk mendukung keseimbangan kelembaban dan komposisi lipid untuk kulit yang tampak / terasa lebih sehat. Memperkuat lapisan terluar kulit dengan cara ini juga membantunya melawan kerusakan dari stressor eksternal (pikirkan bakteri berbahaya, polutan, dll.). Dalam formula perawatan kulit, Cholesterol juga dapat berguna sebagai stabilizer, emollient, surfactant, dan water-binding agent.
  • Disodium EDTA adalah singkatan dari disodium ethylenediaminetetraacetic acid. Digunakan sebagai agen chelating dalam produk kosmetik, yang berarti mencegah bahan dalam formula dari mengikat dengan elemen (terutama mineral) yang dapat hadir dalam air. Penelitian telah menemukan bahwa EDTA, termasuk disodium EDTA yang digunakan dalam formulasi kosmetik aman.
  • Propylparaben turunan paraben yang berguna sebagai pengawet
  • Citric acid adalah ekstrak yang berasal dari buah jeruk dan digunakan terutama dalam jumlah kecil untuk menyesuaikan pH produk agar tidak terlalu basa atau basic. Citric acid adalah alpha hydroxy acid (AHA) dan dengan demikian, dalam formula dan konsentrasi yang tepat, dapat mengelupas kulit.
  • Hydrolyzed Hyaluronic Acid adalah ukuran kecil dari hyaluronic acid. Ini berbagi manfaat yang sama seperti hyaluronic acid yaitu mengikat air yang memperbaiki kulit yang alami kekeringan dan rusak dengan mengurangi pengelupasan dan mengembalikan kekenyalan kulit.
  • Phytosphingosine adalah jenis lipid, yang disebut basa sphingoid yang dapat ditemukan secara alami di lapisan atas kulit . Ini ditemukan baik dalam "bentuk bebas" dan sebagai bagian dari lipid kulit yang terkenal, ceramides . Ada penelitian baru tentang Phytosphingosine yang menunjukkan bahwa ia memiliki sifat antimikroba dan komunikasi sel dan dianggap sebagai bagian dari sistem pertahanan alami kulit. Phytosphingosine bahkan bekerja melawan bakteri jahat penyebab jerawat, Propionibacterium acnes dan menjanjikan sebagai bahan aktif pelengkap dalam merawat kulit yang rentan jerawat berkat aktivitas anti-inflamasi dan antimikrobanya.
  • Xanthan Gum adalah bahan alami yang digunakan sebagai bahan pengental, penambah tekstur, dan untuk menstabilkan emulsi, yang merupakan istilah umum untuk campuran zat yang berbeda seperti minyak dan air.

Manfaat Cerave Foaming Facial Cleanser

  • Membersihkan lapisan kulit teratas
  • Mencerahkan kulit

Cara Pakai Cerave Foaming Facial Cleanser

  1. Dipakai pagi dan malam hari
  2. Cerave foaming facial cleanser dipakai setelah bangun tidur atau sebelum tidur malam
  3. Tuang cerave foaming facial cleanser ¼ sdt di telapak tangan
  4. Busakan di telapak tangan
  5. Usap dan pijat ke wajah dari area dalam kulit ke area luar kulit selama 60 detik
  6. Bilas dengan air mengalir
  7. Dilanjutkan dengan toner, eye cream, serum atau pelembab

Cerave Foaming Facial Cleanser Untuk Umur Berapa?

Cerave foaming facial cleanser untuk umur 13 tahun ke atas

Cerave Foaming Facial Cleanser untuk Kulit Apa?

Cerave foaming facial cleanser untuk kulit kombinasi cenderung berminyak sampai sangat berminyak. Bila mengalami iritasi, kemerahan dan muncul jerawat baru atau jerawatnya jadi tambah parah hentikan permakaian.

Direkomendasikan Untuk Jenis kulit Baumann

ORNT, ORNW, ORPT, ORPW, OSNT, OSNW, OSPT, OSPW

Amankah Cerave Foaming Facial Cleanser Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui?

Cerave foaming facial cleanser aman untuk ibu hamil dan menyusui. Bila kamu ragu konsultasikan ke dokter kandunganmu ya

Keamanan Dan Legalitas Cerave Foaming Facial Cleanser

Keamanan dan legalitas cerave foaming facial cleanser yaitu No. NDC 00187136812 dari FDA tapi udah exipred semoga pihak L'oreal USA cepat memperbaharuinya di FDA. Kalo di indonesia cerave foaming cleanser belum memiliki no BPOM dan sertifikat halal mui karena belum masuk secara resmi semoga pihak perusahaan L'oreal mendaftarkannya secara resmi.

FDA Cerave Foaming Facial Cleanser

fda cerave cleanser
FDA Cerave Foaming Facial Cleanser

Sampai disini dulu pembahasan tentang manfaat cerave foaming facial cleanser, bila ada update terbaru dari produk ini saya akan update artikel ini lagi

Keyword search: cerave foaming facial cleanser,cerave foaming facial cleanser ingredients,cerave foaming facial cleanser ingredient,cerave foaming facial cleanser skincarisma,review cerave foaming facial cleanser,harga cerave foaming facial cleanser,cerave foaming facial cleanser review,cerave foaming facial cleanser review indonesia,ingredients cerave foaming facial cleanser,manfaat cerave foaming facial cleanser,cerave foaming facial cleanser harga,cerave foaming facial cleanser indonesia,cerave foaming facial cleanser ingredients list,cerave foaming facial cleanser ingredients cosdna,cerave foaming facial cleanser shopee,cerave foaming facial cleanser ingredients skincarisma,cerave foaming facial cleanser manfaat

Referensi

Belsito, D. V., Klaassen, C. D., Liebler, D. C., Hill, R. A., Marks Jr, J. G., Shank, R. C., ... & Snyder, P. W. (2013). Safety assessment of alkyl betaines as used in cosmetics. Cosmetic Ingredient Review, cirinfo@ cir-safety. org.

Verdier‐Sévrain, S., & Bonté, F. (2007). Skin hydration: a review on its molecular mechanisms. Journal of cosmetic dermatology, 6(2), 75-82.

Fluhr, J. W., Darlenski, R., & Surber, C. J. B. J. (2008). Glycerol and the skin: holistic approach to its origin and functions. British Journal of Dermatology, 159(1), 23-3

Lanigan, R. S. (2001). Final report on the safety assessment of Cocoyl Sarcosine, Lauroyl Sarcosine, Myristoyl Sarcosine, Oleoyl Sarcosine, Stearoyl Sarcosine, Sodium Cocoyl Sarcosinate, Sodium Lauroyl Sarcosinate, Sodium Myristoyl Sarcosinate, Ammonium Cocoyl Sarcosinate, and Ammonium Lauroyl Sarcosinate. International journal of toxicology, 20, 1-14.

Johnson W Jr, Bergfeld WF, Belsito DV, Hill RA, Klaassen CD, Liebler DC, Marks JG Jr, Shank RC, Slaga TJ, Snyder PW, Andersen FA, Heldreth B. Safety Assessment of PEG-150 Pentaerythrityl Tetrastearate as Used in Cosmetics. Int J Toxicol. 2018 Sep/Oct;37(2_suppl):5S-9S. doi: 10.1177/1091581818794457. PMID: 30235960.

Baumann, L. (2014). Cosmeceuticals and Cosmetic Ingredients. United States: McGraw-Hill Education.

Zhang, G., Bao, C., Fu, K., Lin, Y., Li, T., & Yang, H. (2020). Synthesis, characterization, self-assembly, and irritation studies of polyglyceryl-10 caprylates. Polymers, 12(2), 294.

Fiume, M. M., Bergfeld, W. F., Belsito, D. V., Hill, R. A., Klaassen, C. D., Liebler, D. C., ... & Heldreth, B. (2020). Safety assessment of pegylated alkyl glycerides as used in cosmetics. International journal of toxicology, 39(2_suppl), 26S-58S.

Petter, P. J. (1984). Fatty acid sulphoalkyl amides and esters as cosmetic surfactants. International journal of cosmetic science, 6(5), 249-260.

Cornwell, P. A. (2018). A review of shampoo surfactant technology: consumer benefits, raw materials and recent developments. International journal of cosmetic science, 40(1), 16-30.

Fiume, M. M., Bergfeld, W. F., Belsito, D. V., Hill, R. A., Klaassen, C. D., Liebler, D., ... & Andersen, F. A. (2012). Safety assessment of propylene glycol, tripropylene glycol, and PPGs as used in cosmetics. International journal of toxicology, 31(5_suppl), 245S-260S.

Yokose, U., Ishikawa, J., Morokuma, Y., Naoe, A., Inoue, Y., Yasuda, Y., ... & Hatamochi, A. (2020). The ceramide [NP]/[NS] ratio in the stratum corneum is a potential marker for skin properties and epidermal differentiation. BMC dermatology, 20(1), 1-12.

https://cosmeticsinfo.org/ingredient/carbomer-0

https://cosmeticsinfo.org/ingredient/paraben-0

https://cosmeticsinfo.org/ingredient/sodium-chloride-0

Final Report on the Safety Assessment of EDTA, Calcium Disodium EDTA, Diammonium EDTA, Dipotassium EDTA, Disodium EDTA, TEA-EDTA, Tetrasodium EDTA, Tripotassium EDTA, Trisodium EDTA, HEDTA, and Trisodium HEDTA. (2002). International Journal of Toxicology, 21(2_suppl), 95–142.

Bernstein, E. F., Underbill, C. B., Lakkakorpi, J., Ditre, C. M., Uitto, J., Yu, R. J., & Van Scott, E. (1997). Citric acid increases viable epidermal thickness and glycosaminoglycan content of sundamaged skin. Dermatologic surgery, 23(8), 689-694.

Smith, W. P. (1996). Comparative effectiveness of α‐hydroxy acids on skin properties. International journal of cosmetic science, 18(2), 75-83.

Smejkalova, D., Huerta Angeles, G., Ehlova, T., & Dobrouc, D. (2015). Hyaluronan (Hyaluronic Acid): a natural moisturizer for skin care. Harry’s 9th Ed, 2, 605-622.

Pavicic, T., Wollenweber, U., Farwick, M., & Korting, H. C. (2007). Anti‐microbial and‐inflammatory activity and efficacy of phytosphingosine: an in vitro and in vivo study addressing acne vulgaris. International journal of cosmetic science, 29(3), 181-190.

Benderly, D., & Zolotarsky, Y. (2013). Beyond Thickening–Use of Alkyl Acrylate Crosspolymer in Personal Care Formulations. In Polymers for Personal Care and Cosmetics (pp. 205-218). American Chemical Society.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url