Manfaat Sunscreen Azarine SPF 45 PA++++

kegunaan Sunscreen Azarine SPF 45 PA++++
Manfaat Sunscreen Azarine SPF 45 PA++++

Apa manfaat sunscreen azarine SPF 45 PA++++ sih yang bikin produk ini banyak yang review oleh para skincare junkie dan viral di media sosial.

Sunscreen azarine SPF 45 adalah sunscreen chemical yang berbentuk gel yang mudah menyerap ke dalam kulit dan dari review sunscreen azarine SPF 45 banyak yang bilang sunscreen ini cepat menyerap dan ringan dikulit karena bebas alkohol dan silikon.

Harga Sunscreen Azarine SPF 45

Harga sunscreen azarine SPF 45 65.000.

Sunscreen Azarine Beli Dimana?

Sunscreen azarine SPF 45 bisa dibeli di online, guardian, watsons, transmart, carrefour dan sebagainya

Sunscreen Azarine Berapa Ml?

Sunscreen azarine 50 ml SPF 45 PA++++

Kandungan Sunscreen Azarine SPF 45

kandungan sunscreen azarine SPF 45 bisa kita cari di cosdna. skincarisma, namun menurutku ini kurang akurat karena bisa saja 1 produk ganti formula secara tiba-tiba.

Ingredients Sunscreen Azarine SPF 45 Skincarisma

Ingredients sunscreen azarine SPF45 skincarisma tidak ada karena pas saya search tidak ada

Ingredients Sunscreen Azarine SPF 45 Skincarisma
Sunscreen Azarine SPF 45 Skincarisma

Ingredients Sunscreen Azarine SPF 45 Cosdna

Ingredients Sunscreen Azarine SPF 45 Cosdna
Sunscreen Azarine SPF 45 Cosdna

Ingredients Sunscreen Azarine SPF 45 Website Resmi

Sunscreen Azarine SPF 45 Website Resmi
Ingredients Sunscreen Azarine SPF 45 Website Resmi

Aqua, Glycerin, Propanediol, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Aloe Barbadensis Juice Extract, Portulaca Oleracea Extract, Sodium Hyaluronate, Cucumis Sativus Fruit Extract, Camellia Sinensis Extract, Punica Granatum Fruit Extract, Phenoxyethanol, Octocrylene, Butylene Glycol, Sodium Acrylates/​C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Propolis, Picea Abies Extract, Allantoin, Xanthan Gum, Panthenol, Fragrance, Lecithin

Pembahasan Sunscreen Azarine SPF 45 Ingredients

  • Aqua sebagai pelarut
  • Glycerin, juga disebut gliserol atau gliserin, adalah humektan yang ada di semua lipid alami (lemak), baik hewani maupun nabati. Ini dapat diturunkan dari zat alami dengan hidrolisis lemak dan dengan fermentasi gula; itu juga dapat diproduksi secara sintetis, yang biasanya terjadi pada produk perawatan kulit modern, karena hal itu menghasilkan gliserin yang sangat murni. Glycerin juga merupakan bahan yang mengisi ulang dan memulihkan kulit, artinya itu adalah zat yang ditemukan secara alami di kulit, membantu membangun keseimbangan dan hidrasi normal.
  • Propanediol (juga dikenal sebagai 1,3-propanediol) adalah glikol yang dapat meningkatkan penyerapan bahan (seperti salicylic acid) untuk meningkatkan efektivitasnya, meningkatkan efektivitas sistem pengawet dalam formula dan juga dapat berfungsi sebagai pelarut dalam campuran bahan. Selain itu, ia menawarkan sifat pelembab yang dapat menghasilkan hasil akhir yang halus dan berembun saat formula ditetapkan. Propanediol dianggap sebagai bahan yang aman dan dapat ditoleransi dengan baik, tidak mungkin menyebabkan sensitivitas.
  • Ethylhexyl methoxycinnamate disebut juga octinoxate sebagai bahan chemical sunscreen yang melindungi kulit dari sinar UVB.
  • Butyl methoxydibenzoylmethane disebut juga avobenzone sebagai bahan chemical sunscreen yang melindungi kulit dari sinar UVA.
  • Aloe Barbadensis Juice Extract mungkin juga terdaftar sebagai aloe barbadensis leaf juice powder, aloe extract, atau aloe juice yang berguna sebagai humektan dan menenangkan kulit
  • Portulaca Oleracea Extract adalah ekstrak dari seluruh tanaman purslane, portulaca oleracea l yang berguna sebagai menenangkan kulit dan antioksidan
  • Sodium Hyaluronate adalah bentuk garam dari bahan pengisi kulit hyaluronic acid. Ini berbagi manfaat yang sama seperti hyaluronic acid yaitu mengikat air yang memperbaiki kulit yang alami kekeringan dan rusak dengan mengurangi pengelupasan dan mengembalikan kekenyalan kulit.
  • Cucumis Sativus Fruit Extract adalah ekstrak buah mentimun yang berguna sebagai emolien dan menenangkan kulit
  • Camellia sinensis extract adalah ekstrak daun teh, camellia sinensis, theaceae yang berguna sebagai antioksidan dan menenangkan kulit.
  • Punica Granatum Fruit Extract adalah ekstrak buah delima, punica granatum yang berguna sebagai agen pengkondisian kulit.
  • Phenoxyethanol adalah pengawet sintetis yang banyak digunakan dengan persetujuan global untuk digunakan dalam produk kosmetik bilas atau dibiarkan dalam konsentrasi hingga 1%. Ini sering digunakan dalam jumlah yang lebih rendah, terutama bila dikombinasikan dengan pengawet lainnya.
  • Octocrylene sebagai bahan chemical sunscreen yang melindungi kulit dari sinar UVB dan juga membantu menstabilkan bahan chemical sunscreen avobenzone.
  • Butylene Glycol adalah bahan yang umum digunakan yang memainkan banyak peran dalam kosmetik, termasuk sebagai humektan, penambah tekstur, pelarut, dan penguat penetrasi. Penelitian menunjukkan butylene glycol tidak hanya membantu meningkatkan kadar air di kulit (alias hidrasi) tetapi juga dapat berkontribusi untuk mengurangi kekasaran pada permukaan kulit (tergantung bagaimana kombinasinya dalam formula). Meskipun tidak dikenal sebagai pengawet, beberapa sifat butylene glycol dapat membantu meningkatkan stabilitas formula terhadap mikroorganisme yang dapat merusak permukaan kulit. Butylene Glycol juga bisa menyebabkan memicunya munculnya jerawat dan allergic contact dermatitis.
  • Sodium Acrylates/​C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer adalah bentuk pengental super umum dan penstabil emulsi yang telah dinetralkan sebelumnya dari Acrylates/ C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer .
  • Propolis adalah campuran kompleks resin yang dicerna sebagian dari pohon dan lilin lebah, mengandung sekitar 50 hingga 300 konstituen termasuk balsam, resin, lilin, minyak esensial, serbuk sari, cinnamyl alcohol, flavonoid, mineral (misalnya, kalsium, tembaga, yodium, besi, magnesium, mangan, kalium, natrium, dan zinc), serta vitamin A, B (B1, B2, B6), C, dan E.1,53. propolis berguna sebagai antioksidan.
  • Picea Abies Extract adalah nama latin untuk cemara Norwegia. Penelitian telah menunjukkan kulitnya menjadi sumber antioksidan yang kaya.
  • Allantoin adalah produk sampingan dari urea acid yang dapat diekstraksi dari urea dan merupakan hasil dari proses metabolisme yang terjadi pada sebagian besar organisme – diantaranya hewan (termasuk manusia) dan bakteri. Meskipun sumber alami allantoin aman, jenis allantoin yang digunakan dalam produk perawatan kulit umumnya diproduksi secara sintetis karena ini menjamin tidak ada kotoran dan tidak mengorbankan efektivitas allantoin. Ini berguna sebagai agen penenang yang efektif dan memiliki sifat pelembab.
  • Xanthan Gum adalah bahan alami yang digunakan sebagai bahan pengental, penambah tekstur, dan untuk menstabilkan emulsi, yang merupakan istilah umum untuk campuran zat yang berbeda seperti minyak dan air.
  • Panthenol (kadang-kadang disebut sebagai pro-vitamin B5) adalah humektan yang populer dalam produk skincare karena kemampuannya untuk menarik dan menahan kelembaban. Ketika dioleskan, itu berubah menjadi pantothenic acid, yang merupakan zat alami di dalam tubuh.
  • Fragrance adalah kombinasi kompleks dari zat alami dan/atau buatan manusia yang ditambahkan ke banyak produk konsumen untuk memberikan aroma yang khas. Wewangian digunakan dalam berbagai macam produk untuk memberikan bau yang menyenangkan dan/atau menutupi bau yang melekat dari beberapa bahan lain, meningkatkan keseluruhan pengalaman menggunakan produk. Fragrance merupakan bahan yang menyebabkan sensitisasi di kulit.
  • Lecithin adalah campuran alami dari diglycerides stearic, palmitic dan oleic acid, terkait dengan ester kolin dari asam fosfat yang bentuknya bervariasi dari massa lilin hingga cairan kental yang dapat dituang. Lecithin merupakan bahan emolien yang efektif memperbaiki penampilan kulit kering atau rusak dengan mengurangi pengelupasan dan mengembalikan kekenyalan. Lecithin juga membantu membentuk emulsi dengan mengurangi tegangan permukaan zat yang akan diemulsi.

Manfaat Sunscreen Azarine SPF 45 PA++++

  • Sebagai pelindung kulit dari sinar UVA dan UVB
  • Membantu mencegah terjadinya TEWLS
  • Mencegah penuaan dini
  • Membantu menjaga kelembaban kulit
  • Membantu mencegah dan mengurangi Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH) dan Post-Inflammatory Erythema (PIE)
  • Mencegah terjadinya kanker kulit

Cara Pakai Sunscreen Azarine SPF 45

  1. Dipakai pagi dan siang hari
  2. Sunscreen azarine SPF 45 dipakai setelah serum atau pelembab
  3. Tuang ke sendok takaran ¼ sdt di telapak tangan atau 2 jari tangan
  4. Usap dan pijat ke wajah dari area dalam kulit ke area luar kulit
  5. Oleskan pada wajah, leher dan telinga
  6. Dilanjutkan dengan make up atau tanpa make up
  7. Ulangi penggunan 2-3 jam sekali

Apakah Sunscreen Azarine Non Comedogenic?

Non comedogenic tidaklah akurat karena setiap kulit memiliki pemicu komedonya masing-masing.

Sunscreen Azarine Untuk Umur Berapa?

Sunscreen azarine untuk umur 13 tahun ke atas

Sunscreen Azarine SPF 45 Untuk Kulit Apa?

Sunscreen azarine SPF 45 untuk kulit kombinasi cenderung kering sehingga kulit kombinasi cenderung berminyak sampai kulit sangat berminyak. Namun bila kulit mengalami kemerahan dan jerawat tambah parah segera berhenti pemakaian.

Direkomendasikan Untuk Jenis Kulit Baumann

DRPT, DRPW, DSPT, DSPW, ORPT, ORPW, OSPT, dan OSPW

Sunscreen Azarine SPF 45 Amankah Untuk Ibu Hamil Dan Menyusui?

Sunscreen azarine SPF 45 aman untuk ibu hamil dan menyusui

Keamanan Dan Legalitas Sunscreen Azarine SPF 45

Sunscreen azarine SPF 45 adalah memiliki no bpom yaitu NA18201700868 namun belum memiliki sertifikat halal dari MUI.

BPOM Sunscreen Azarine SPF 45

No BPOM sunscreen azarine SPF 45 yaitu NA18201700868

azarine sunscreen bpom
BPOM Sunscreen Azarine SPF 45

Halal MUI Sunscreen Azarine SPF 45

Sunscreen azarine SPF 45 belum memiliki sertifikat Halal MUI

Halal MUI Sunscreen Azarine SPF 45, Sunscreen Azarine SPF 45 halal
Halal Sunscreen Azarine SPF 45

Sampai disini dulu tentang manfaat sunscreen azarine SPF 45 PA++++ kalo ada perubahan apapun tentang produk ini nanti saya update lagi

Keyword search: review sunscreen azarine spf 45,harga sunscreen azarine spf 45,ingredients sunscreen azarine spf 45,manfaat sunscreen azarine spf 45,sunscreen azarine spf 45,sunscreen azarine spf 45 ingredients,ingredients sunscreen azarine spf 45 skincarisma,sunscreen azarine spf 45,azarine spf 45,azarine sunscreen bpom,azarine spf,azarine sunscreen untuk kulit berjerawat,bpom azarine sunscreen,azarine sunscreen untuk kulit berminyak,azarine hydrasoothe sunscreen gel,azarine hydrasoothe sunscreen gel ingredients,azarine hydrasoothe sunscreen gel review,azarine hydrasoothe sunscreen gel skincarisma,azarine hydrasoothe sunscreen gel harga,azarine hydrasoothe sunscreen gel spf,azarine hydrasoothe sunscreen gel cosdna,azarine hydrasoothe sunscreen gel spf45

Referensi

Verdier‐Sévrain, S., & Bonté, F. (2007). Skin hydration: a review on its molecular mechanisms. Journal of cosmetic dermatology, 6(2), 75-82.

Fluhr, J. W., Darlenski, R., & Surber, C. J. B. J. (2008). Glycerol and the skin: holistic approach to its origin and functions. British Journal of Dermatology, 159(1), 23-34.

National Center for Biotechnology Information (2021). PubChem Compound Summary for CID 134919, Propanediol. Retrieved June 14, 2021.

Baumann, L. (2014). Cosmeceuticals and Cosmetic Ingredients. United States: McGraw-Hill Education.

Hayden, C. G. J., Cross, S. E., Anderson, C., Saunders, N. A., & Roberts, M. S. (2005). Sunscreen penetration of human skin and related keratinocyte toxicity after topical application. Skin pharmacology and physiology, 18(4), 170-174.

Manová, E., von Goetz, N., & Hungerbuehler, K. (2015). Aggregate consumer exposure to UV filter ethylhexyl methoxycinnamate via personal care products. Environment international, 74, 249-257.

Scalia, S., Mezzena, M., & Ramaccini, D. (2011). Encapsulation of the UV filters ethylhexyl methoxycinnamate and butyl methoxydibenzoylmethane in lipid microparticles: effect on in vivo human skin permeation. Skin pharmacology and physiology, 24(4), 182-189.

Bonda, C., Hu, R., & Jockusch, S. (2014). Avobenzone photochemistry: improving photoprotection by stabilizing avobenzone with ethylhexyl methoxycrylene. HPC Today, 9, 6-10.

Rahimi, V. B., Ajam, F., Rakhshandeh, H., & Askari, V. R. (2019). A Pharmacological Review on Portulaca oleracea L.: Focusing on Anti-Inflammatory, Anti- Oxidant, Immuno-Modulatory and Antitumor Activities. Journal of pharmacopuncture, 22(1), 7–15. https://doi.org/10.3831/KPI.2019.22.001

Rahimi, H. R., Arastoo, M., & Ostad, S. N. (2012). A Comprehensive Review of Punica granatum (Pomegranate) Properties in Toxicological, Pharmacological, Cellular and Molecular Biology Researches. Iranian journal of pharmaceutical research : IJPR, 11(2), 385–400.

Dréno, B., Zuberbier, T., Gelmetti, C., Gontijo, G., & Marinovich, M. (2019). Safety review of phenoxyethanol when used as a preservative in cosmetics. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology, 33, 15-24.

Nash, J. F. (2006). Human safety and efficacy of ultraviolet filters and sunscreen products. Dermatologic clinics, 24(1), 35-51.

Aizawa, A., Ito, A., Masui, Y., & Ito, M. (2014). Case of allergic contact dermatitis due to 1, 3‐butylene glycol. The Journal of dermatology, 41(9), 815-816.

Benderly, D., & Zolotarsky, Y. (2013). Beyond Thickening–Use of Alkyl Acrylate Crosspolymer in Personal Care Formulations. In Polymers for Personal Care and Cosmetics (pp. 205-218). American Chemical Society.

Tanase, C., Berta, L., Coman, N. A., Roșca, I., Man, A., Toma, F., … Mare, A. (2019). Antibacterial and Antioxidant Potential of Silver Nanoparticles Biosynthesized Using the Spruce Bark Extract. Nanomaterials, 9(11), 1541. doi:10.3390/nano9111541

Becker, L. C., Bergfeld, W. F., Belsito, D. V., Klaassen, C. D., Marks, J. G., Shank, R. C., ... & Andersen, F. A. (2010). Final report of the safety assessment of allantoin and its related complexes. International journal of toxicology, 29(3_suppl), 84S-97S.

Fiume, M. M., Heldreth, B., Bergfeld, W. F., Belsito, D. V., Hill, R. A., Klaassen, C. D., ... & Andersen, F. A. (2016). Safety assessment of microbial polysaccharide gums as used in cosmetics. International journal of toxicology, 35(1_suppl), 5S-49S.

ANDERSEN, F. A. (2001). Final report on the safety assessment of lecithin and hydrogenated lecithin. International journal of toxicology, 20, 21-45.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url